KLIK DISINI
PENTING KLIK DISINI

BISNIS TERBARU VSI UST. YUSUF MANSUR

Rabu, 19 November 2014

Yuk, Sedekahin Aja

Tahun 2006 saya dikontrak sebuah bank syariah, dibayar 2 Milyar. Bayar hutang 1,4 Milyar, sisanya semua disedekahin.
Habis itu, tahun 2007 dapet kontrak 9 Milyar. Hati saya dan istri berdegup keras, jika disedekahin lagi total? Hmmm … Jannah, surga, Jebret!!! Ga pake mikir, sedekah lagi. Semua. Sampe akhirnya sayang merasakan sedikiiiit yang dirasa Abu Bakar… yang penting dicukupkan Allah saja. Selebihnya, memang harta Allah kok. Tahun 2007, dah ngalir aja cash in dan cash out. Bener-bener ngalir. Allah Maha Kaya. Allah kasih saya anak 5, bisa ibadah, bisa dakwah, bisa usaha/dagang.
Saya kalo lihat kawan-kawan, saudara-saudara yang ada duit, pengeeeeennn ngasih tau, “sedekah dah… jangan pake mikir… biar Allah yang ngurus semua keperluan.
Tahun 2008, kembali ada simpanan 200 ribu dollar. Waktu itu mau berhenti jadi ustadz, he he. Ini duit hasil usaha. Eh eh eh, di enolin lagi. Sisa 30 juta. Begitu sisa 30 juta, eh eh eh. Malah dikontrak lagi sama satu perusahaan, dengan bayaran 500 ribu dollar! Subhanallaah, manalah saya ga percaya sama Allah…
Cuma emang, perjalanan riyadhah dulu, sampe selesau masalah. 7 tahun. Jangan merasa lelah, jangan merasa capek. Terus aja berjalan. Perjalanan sedekah saya, ga ada apa-apanya dibanding mereka-mereka yang berjihad dengan darah dan air matanya. Bahkan dengan para guru. Ga ada apa-apanya.
Doa saya dikabul Allah… pengen sedekah yang GEDEEEEEEE… Alhamdulillah. Sekarang jika saya mengajak orang sedekah, bukan karena saya pengen duitnya, tapi kepengen agar orang merasakan bahwa janji Allah itu BENAR… juga biar menikmati rangkaian amal shaleh yang ditawarkan.
Tahun 2008 atas izin Allah, kami tinggalkan rumah kami, lalu kami ngontrak. 2 mobil pun diberikan untuk Allah. Entahlah… ada perasaan bahagia bisa ngasih Allah.
***
Kalo inget perjalanan sedekah di awal, untuk bisa sedekah, kudu puasa. Supaya bisa ngasih orang lain jatah yang mestinya dimakan.
Ngajar di salah satu madrasah, honor 45 ribu. Saya bilang ke kawan, “Yuk, kita sedekahin aja…” Alhamdulillah, banyak yang geleng kepala.
“Ini aja jauh dari cukup.”
Saya yakinkan, “Makanya yuk sedekahin aja… Biar jadi 5 juta!”.
Kawan-kawan malah minta saya duluan sedekah. Ya bismillaah aja. Itu di tahun 1999 kejadiannya. Habis sedekah 45 ribu, alhamdulillah, ga hasil. He he he… saya santai aja.
Eh eh, kawan-kawan yang malah ngomongin. “Dapet Suf 5 jutanya?”
Saya nyengir… Saya jawab, “Ga dapet…”
Seorang kawan, ini cerita ya, mudah-mudahan bukan riya nih, aamiin ... seorang kawan bilang, “Kirain sedekah 45 ribum beneran dapet 5 juta…”, setengah ngeledek. Tapi saya sambung, “ga dapet 5 juta. Sebab dapetnya lebih dari 50 juta…” #kalem. Kaget dah kawan-kawan… Kok bisa? Ya bisa. Tapi tetep aja ga diikutin tuh bersedekah.
Ah, kalo ngajar tentang amal saleh, emang cenderung kayak riya. Udah dulu dah.
Salam
@Yusuf_Mansur

Keyakinan pada Allah

Jika seseorang memiliki ilmu, punya modal, terus tidak punya proyek, lalu dia memohon kepada Allah, agar diberi proyek, apakah Allah akan membantunya?
Jika seseorang memiliki ilmu, punya proyek, tapi tidak mempunyai modal, lalu dia meminta pertolongan kepada Allah, agar diberi modal, apakah Allah akan membantunya?
Kedua kasus di atas merupakan hal yang amat mudah bagi Allah. Kekuasaan Allah jauh lebih luas dan lebih besar dari itu.
Allah mampu menolong seseorang yang tidak memiliki ilmu, tidak memiliki proyek, tidak memiliki modal, tidak punya koneksi. Pendek kata tidak punya apa-apa. Yang dimilikinya hanyalah Allah. Dan ini lebih dari cukup. Jika orang ini yakin, maka segala kemungkinan bisa terjadi. Allah tinggal mengucapkan Kun Fa Yakun, maka jadilah.
Seperti itulah, kekuasaan dan kebesaran Allah. Sesuatu yang tidak mungkin dalam pikiran manusia, segalanya menjadi mungkin bagi Allah. Permasalahannya, kita sering tidak yakin pada kekuasaan Allah. Padahal di situlah kunci solusi segala permasalahan umat manusia.
Dalam video ini dijelaskanbagaimana Nabi Zakaria dan istrinya yang sudah lanjut usia, dengan kekuasan Allah, dapat dikaruniai seorang anak.
Maryam, seorang wanita shalihah, tidak pernah disentuh sekalipun oleh seorang pria, dengan kekuasaan Allah, dapat pula memiliki anak.
Karena kekuasaan Allah, seorang istri yang sudah disteril, usianya sudah lanjut, dia dapat memiliki anak.
Selamat menyimak. Semoga banyak pelajaran yang dapat diambil setelah menyaksikannya.

Allah Ada Di Balik Semua Keadaan

Apapun penilaian akhir atas pemuhasabahan terhadap permasalahan kehidupan, ujiankah ia, atau azab, yakinkan diri bahwa Allah selalu ada di balik semua keadaan.
Waba’du, tulisan ini adalah bukan dimaksudkan sebagai ancaman bagi para pendosa; bahwa mereka akan dikejar oleh perbuatan dosanya. Bukan. Justru sebagai tanda kasih, tanda sayang dari kami, bahwa kejaran buruk perbuatan buruk bisa dihentikan, dan segala rupa kesusahan bisa segera dihilangkan dari kehidupan kita. Caranya dengan melakukan muhasabah dan kemudian melakukan pertaubatan yang diikuti dengan sebuah upaya perbaikan diri dan amal saleh.
Luqman kemudian bertutur tentang sebuah kelapangan menerima segala kejadian dengan kalimat yang diajarkan Allah;
innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn
sesungguhnya kita semua — dan apapun yang melekat di kehidupan kita, dan yang ada di sekitar kita — adalah kepunyaan-Nya semata. Dan kepada-Nya lah kita semua akan kembali. (al Baqarah: 156).
Ketika kita menyadari bahwa apapun di dunia ini hanyalah milik-Nya, bukan milik kita pada hakikatnya, maka angin kesabaran — tidak mengeluh, tidak tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan — akan lebih mudah berhembus di hati. Ketika kita sadari apapun kejadian yang menimpa kita sebagai bagian dari wujud perhatian-Nya, dan menyadari selalu ada Dia di balik semua hal, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk melewati setiap permasalahan yang kita hadapi.
Sambil merenggangkan dia punya badan, melepaskan sedikit kepenatan, Luqman berbisik pelan kepada hatinya… “bila engkau tidak mampu mengingat Allah di saat senang, maka jangan salahkan Allah bila Allah mengingatkan engkau lewat pintu-pintu kesusahan, sehingga engkau sadar bahwa Allah itu ada, dan engkau sadar bahwa Allah patut diingat.”
Luqman kemudian merenungi betul, dan mencoba memahami ayat berikut ini…
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa sesungguhnya Dia adalah benar. Tidakkah cukup bagimu bahwa Tuhanmu sesungguhnya Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat: 53).
Tapi Luqman tiada henti memotivasi dirinya. Dia terus bisikkan kepada hatinya sendiri, “permasalahan apapun yang engkau hadapi… entah itu bernuansa ujian, atau azab… Allah Maha Kuasa untuk menolong, Allah Maha Kuasa menolong…”
Sementara itu Luqman juga tahu benar apa yang Allah sembunyikan dari kemuliaan dan nama baik yang ia dapatkan. Seseorang dilihat baik, karena Allah tutupi kekurangannya. Luqman tahu bahwa sesungguhnya ia pun masih dalam upaya menggeliat keluar dari rangkaian kesusahan yang bernuansakan azab. Itu dia ketahui, karena memang dia tahu tentang perbuatan dirinya sendiri…
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta. Ana ‘abduka wa ana ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. Astaghfiruka wa ‘aûdzu bika min syarri mâ shana’tu wa min ghalabatid daini wa qahrir rijâli. Abûu laka bini’matika ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa abûu bidzambî faghfirlî fainnahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta
Ya Allah, Engkaulah Rabb-ku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku, karenanyalah aku hamba-Mu, dan aku akan berusaha untuk menjadi hamba-Mu yang terbaik, semampuku. Aku mohon ampun kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari `akibat buruk perbuatanku dan kekecewaan orang. Aku akui semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan pada orang tuaku, dan aku akui pula segala kesalahanku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni selain Engkau.

Jangan Ragu, Teruslah Berdoa

Ada apa-apa, pengen apa-apa, jangan minta, jangan ngarep, sama manusia. Sama Allah aja supaya ga pegel ati, ga marah2 sendiri, dan ga kecewa. Coba, inget-inget, kapan terakhir kita berdoa?
Makin ga dikabulin doa-doa kita, makin demen harusnya. Sebab Allah masih demen sama doa-doa kita. Masih pengen denger suara kita. Teruslah berdoa. Apalagi makin mendekati hari H misalnya, belom dikabulin. Wuih, harus makin seneng. Sebab deg-degan itu mahal. Ga bisa dibeli dan dipura-purain.


Kalo doa langsung dikabul, ga seru juga. Ga ngelewatin perjalanan panjang. Dikabul di detik-detik akhir, atau malah udah lewat limit, itu yang seru. Teruslah berdoa.
Pengabulan doa akan jadi pengalaman indah. Berasa banget jadinya punya Allah.
Jangan malu minta sama Allah. Bahkan saat kita mengetahui bahwa diri kita banyak dosa dan maksiatnya. Gapapa. Minta terus sama Allah. Teruslah berdoa. Jangan ragu berdoa.
Allah adalah Al Wahhaab. Yang Maha Memberi. Bahkan terhadap permintaan yang menurut kita ga mungkin, gila, amposabla. Dan Allah itu Qodiirun ‘alaa kulli syaii. Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ga ada yang ga mungkin buat Allah. Ga ada yang mustahil. Kecuali…
Kecuali apa ayooo…?

Dunia ini Ajaib

Dunia ini berisi keajaiban-keajaiban Allah yang kadang-kadang berada di luar nalar. Suatu hari, ada yang pernah dateng pada saya. Ia bercerita bahwa anaknya disunat jin. Kemudian didoain. Alhamdulillah, balik lagi seperti belum disunat.
Ada juga yang pernah dateng dan ngasih hadiah. “Terima kasih,” katanya. Saya dah bimbing anaknya sakratul maut, setelah tiga pekan susah meninggal. Padahal, saya gak merasa pernah dateng.
Gimana respon kita? Ya sama. Kalem aja. Gak usah mikir keras-keras.
Saya pun mengalami banyak lagi kejadian-kejadian yang kalo dipikir, ga nyampe. Ya dibalikin aja ke Allah. Secara we are not alone juga di dunia ini.

 Keajaiban Yang Nyata….Keajaiban Sedekah. Yang ini, NO DOUBT. Ga perlu diragukan, ada buanget.

Kelewatan!

Kelewatan, buat siapa yang masih panjang umur, apalagi sehat, bisa ngerasain pagi, eh kagak dhuha. Padahal katanya nyari rizki. Kok ga mau nyari Allah?
Bentar lagi banyak yang lebih kelewatan. Dipanggil Allah, lewat azan, ga mau dateng ke masjid-Nya. Haruskah nunggu jadi mayat dulu baru ke masjid?
Punya kuping, ga denger. Punya kaki, ga mau jalan, ya kita-kita ini. Dipanggil azan, ga mau jalan ke masjid.
Gunung bisa didaki. Lautan bisa disebrangi. Barbel berat bisa diangkat. Main bola dan lari pada kuat. Di mall, keliling, enteng. Ke masjid? Pada ga sanggup.
Kelewatan.

Dorong gerobak, jauuuuhhh… dari kontrakan sampe ke tempat dagang, kuat. Dorong diri sendiri buat ke masjid, ga kuat.
Jalan turun buat cari makan, padahal berkantor di lantai yang tinggi, ikhlas dan enteng banget.  Fun and happy. Tapi buat cari Allah? Lewat.
Yang belum sempet dhuha, tinggallah dulu kerjaan dan usahanya. Siap-siap juga nanti dzuhur berjamaah di masjid.
Bagusin hubungan ke Allah, nanti Allah bagusin hidup dan kehidupan kita, keadaan dan rizki kita. Jangan sampe Allah nyuekin, gegara kita kelewatan.
Salam. Mohon doa supaya tulisan ini bisa dipake sama saya dan keluarga.

Ucapkan: Alhamdulillaah..

If yu hev problem, don little heart (jangan kecil hati, he he). We have Allah. And Allah? Akbar. Jaaauuuuhhh LEBIH BESAR, dari masalah apa pun.
Kalo Allah ngasih masalah, barangkali Allah lagi kangen sama Situ… Bilang, “Makasih ya, Yaa Allah… Udah ngasih masalah…”
Ucapan doa terbaik: الحمد لله. Alhamdulillaah. Segala puji buat Allah. Inilah doa terbaik. Ga ada celah buat mengeluh. We are Mu’min.
Siapa yang mengucap alhamdulillaah, ga bakal kena azab dan bakal banyak rizki. Apalagi mau istighfar, shalawat, dan sedekah. Beres daaaah…