KLIK DISINI
PENTING KLIK DISINI

BISNIS TERBARU VSI UST. YUSUF MANSUR

Senin, 23 September 2013

Rajinlah Shalat Tahajud, Ini Manfaatnya

Setiap Muslim seharusnya memiliki keinginan kuat untuk melaksanakan shalat Tahajud setiap malam hingga menjadi terbiasa. Orang-orang saleh zaman dahulu tekun menjalankannya, baik pada musin panas maupun dingin. Mereka memandang seolah-olah shalat Tahajud itu adalah sesuatu yang wajib (HR Tirmidzi).

Jika terlewatkan sekali saja, mereka menganggap itu sebagai musibah yang besar. Pastinya, selain sebagai ‘mesin keimanan’, Tahajud memberikan banyak manfaat besar dalam kehidupan mereka yang istiqamah menjalankannya.

Di antaranya, pertama, untuk menjaga kesehatan. Tidak diragukan lagi, shalat Tahajud menjadi terapi pengobatan terbaik dari berbagai macam penyakit. Karena itu, orang-orang yang membiasakan diri untuk Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit.

Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh." (HR Tirmidzi).

Kedua, menjaga ketampanan atau kecantikan. Setap manusia pasti mendambakan ketampanan atau kecantikan dalam dirinya. Melalui terapi shalat Tahajud, seseorang dapat meraih apa yang didambakannya tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Yaitu, jaminan ketampanan atau kecantikan yang dihasilkan dari shalat Tahajud tidak terbatas pada tampilan lahir, juga dapat menghasilkan ketampanan atau kecantikan batin.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja yang berbasis spiritualitas. Karena itu, salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang andal secara intelektual, emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap malamnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).

Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. Selain dengan usaha (ikhtiar) secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud karena doa yang mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.'” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).

-- Semoga Bermanfaat --

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN ORANG LAIN

Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.

Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”

Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”

Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”

Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”

Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”

Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”

Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.

Catatan :
Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga.

SUBHANALLAH

"Semoga ALLAH bimbing kita untuk selalu menjaga hati dan prasangka kita, agar tidak mudah meremehkan orang lain yang ada di dekat kita. Semakin hati kita bersih, semakin ikhlas pula kita menerima keadaan. aamiin"

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca Postingan ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca Postingan ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

7 Rahasia Agar didekatkan dengan Jodohmu

1. Jangan-jangan, ada dosa yang selama ini jadi penghalang hadirnya jodoh. Sehingga sebelum dosa itu ditaubati. Tuhan bakal nutup rapat2 pintu jodoh. Maka langkah awal, inget-inget semua dosa, sesali, tangisi, istighfari, dan janji jgn ulangi dosa itu lagi. Taubat sebener-benernya tobat.

2. Diem-diem.., doain sahabatmu yg lain supaya dipertemukan jodohnya. Doa mukmin bagi saudaranya secara diem-diem, akan diamini malaikat dan mantul ke kita.

3. Minta doa 2 manusia keramat, yakni ortu. Kalo ortu sudah nangis dlm tahajudnya buat doain anaknya, maka tinggal nunggu terkabulnya.

4. Teruslah berdoa, "Rabbii laa tadzarnii.." (Tuhan, jangan biarkan aku sendiri). Kalo gak ngadu ke Tuhan, mau ke sapa lagi?. Sambil nangis.

5. Perbaiki diri. Tuhan akan ngasih jodoh baik bagi orang yang baik. Agar jodohmu baik maka Tuhan gak bakal nemuin sebelum kau perbaiki diri.

6. Sedekah. Kalo ini mah udah gak usah ditanya lagi faedahnya. Segala masalah tuntas dg sedekah yang ikhlas. Segalah hajat bakal terkabul.

7. Ikhtiar dan tawakkal. Upaya yang ngotot, habis itu serahin pada-Nya. Usaha sebisa-bisanya, berserah sepasrah-pasrahnya. Tuhan yg Maha Menakdirkan.

SUBHANALLAH...

Insyaallah dengan 7 rahasia tersebut. Allah akan mempermudah jalan menuju pertemuan agung itu. Aamiin.

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu yang sedang.menantikan jodoh segera mendapatkan jodoh, serta bisa senantiasa istiqomah untuk meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

Minggu, 22 September 2013

Agar Daging Tak Cepat Busuk

Biasanya sekali beli daging, Anda tidak akan langsung mengolah semuanya menjadi makanan yang nikmat disantap. Sedangkan sisanya, daging harus disimpan dengan cara yang tepat.

1. Potong daging menjadi beberapa bagian Memisahkan daging dalam beberapa bagian ini akan membantu Anda untuk membekukan daging dan mencari jumlah daging yang tepat untuk dicairkan ketika dipakai.

2. Bungkus Bungkus rapat daging yang sudah dipotong dengan menggunakan plastik kedap udara (wrap). Setelah di-wrap, bungkus lagi dengan menggunakan kantong plastik dan simpan di freezer. Ini akan mencegah daging terkontaminasi dan timbul bintik abu-abu karena kontaminasi oksigen. Sementara daging bungkus dari supermarket ini hanya bisa bertahan satu minggu, daging wrap Anda bisa tetap segar selama dua bulan.

3. Rendam Dalam Air Ketika ingin memasak daging, lumerkan dulu daging yang beku. Caranya, rendam daging dalam mangkuk besar berisi air. Potongan-potongan kecil dapat mencair dalam waktu 15-20 menit.

Semoga Bermanfaat

BERAGAM CARA ALLAH MENJAWAB DOA KITA

Kalam yang masyhur Syaikh Ibnu Athaillah as-Sakandari mengatakan: “Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, akan tetapi Allah akan selalu meberi apa yang kita butuhkan.”

Maulana al-habib M. Luthfi bin Yahya menjelaskan tentang sebuah rahasia (sirr) di balik setiap doa yang kita ucapkan. Kenapa doa yang sering kita lakukan terkadang atau bahkan kebanyakan tak kunjung terijabahi oleh Allah? Bersyukurlah, karena itu pertanda amat sayangnya Allah kepada kita.

Allah Ta’ala berfirman: ادعوني أستجب لكم “Berdoalah padaKu (Allah) maka Aku (Allah) akan menerima kalian”.

Firman Allah tersebut merupakan dasar atau dalil perintah untuk kita berdoa kepada Allah. Lalu apakah doa yang kita panjatkan itu pasti diterima oleh Allah? Doa kita diterima atau tidak itu hak Allah, tapi kita wajib untuk berdoa kepada Allah.

Selanjutnya, yang namanya menerima itu belum tentu mengijabahi. Kita berdoa pasti diterima, akan tetapi belum tentu diijabahi oleh Allah. Tidak semua diberikan atau diijabahi oleh Allah, dan Allah tidak mengijabahi doa itu termasuk bentuk kasih sayang atau rahmat Allah kepada hambaNya.

Doa pun dalam “astajib lakum” itu tetap ada syara’nya, sehingga tidak semua doa diijabahi. Contohnya kita berdoa menjadi Nabi, itu tidak akan diijabahi.

Doa itu ada yang diterima tetapi untuk memenuhi gudang akhirat, ibaratnya kita menabung sehingga tidak diijabahi di dunia. Ada juga doa yang diijabahi di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala itu mengabulkan doa melalui proses syar’an. Seperti begini, Muhammad diangkat menjadi Nabi pada umur 25, lalu umur 40 baru diangkat menjadi Rasul, umur 51 tahun baru diberi perintah shalat melalui isra’ mi’raj, dan ahkamul wudhu’ baru diajarkan di Madinah. Di sini, Nabi Muhammad saja masih diberi proses, tidak langsung.

Kalau kita berdoa lalu Allah tidak mengijabahi doa kita, kita harus bersyukur, berterima kasih pada Allah. Karena bisa jadi, Allah tidak mengijabahi doa kita itu karena kita belum siap menerima doa yang diijabahi oleh Allah, karena ada beberapa hal yang kita belum kuat.

Doa, amalan-amalan, hizib, puasa, melek (saharullayali) dan lain-lain itu untuk membersihkan hati dan menyucikan jiwa (tashfiyatul quluub wa tazkiyatun nafs), sehingga ada godaan di dalamnya, yaitu selalu terjadi perang batin. Contoh: ada orang yang ngaji ke salah satu kiai yang terkenal kealimannya. Lalu orang tersebut timbul dalam hatinya rasa bangga karena bisa dekat dan ngaji kepada sang kiai sehingga merendahkan orang lain. Kalau sudah begitu, itu sebenarnya bala’ atau musibah bagi sang kiai tersebut.

Walhasil, kita harus bersyukur karena kita disayang oleh Allah Ta’ala dengan tidak diberi secara langsung, namun bertahap. Karena kalau diberi langsung kita bisa nggeblag (error) karena tidak kuat.

Al- Habib Munzir bin Fuad Al Musawa menjelaskan perihal firman Allah Swt.: “Mintalah kepadaKu akan Kujawab doa-doa kalian.”

Lalu kita bertanya: “Bagaimana dengan doaku siang dan malam yang masih belum dikabulkan Allah?”

Jawabannya adalah ketidaktahuan kita bahwa Allah menjawab doa kita lebih daripada yang kita minta. Kita minta A misalnya tanpa kita sadari Allah mengangkat 100 musibah yang akan datang di hari esok. Doa kita hanya hal yang remeh saja tapi Allah Yang Maha Dermawan memberi lebih dari itu.

Wallahu a’lam.

Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 22 September 2013

http://www.muslimedianews.com/2013/09/beragam-cara-allah-menjawab-doa-kita.html
http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2013/09/beragam-cara-allah-menjawab-doa-kita.html

AKAN DATANG MASANYA SEMUA ORANG MUSLIM KAYA RAYA

Kita akui bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Kita juga mengakui bahwa mayoritas Muslimin Indonesia hidup dalam kemiskinan. Namun janji Rasulullah Saw. akan tiba masanya kekayaan dunia dikuasai oleh kaum Muslimin. Yang mulia Almarhum al-Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa pernah menyampaikan perihal ini dalam salah satu taushiyah beliau.

Rasulullah Saw. bersabda: “Akan datang waktunya nanti Allah munculkan kemakmuran.”

Maka kalian lihat nantinya di akhir zaman setelah ini muncul, gempa bumi dan lain sebagainya muncullah keluasan dan kemakmuran, ini sabda Nabiyyuna Muhammad Saw. Ini sudah muncul pada kita, kekurangan ulama sudah mulai muncul, gempa bumi, fitnah dan zaman yang semakin cepat, muncul orang yang mengaku Nabi. Ini semua sudah muncul, tinggal menagih janji Sang Nabi: “Akan muncul segala kemakmuran pada Muslimin.”

Maka kalian ini akan dilimpahi kemakmuran, kata Rasulullah Saw. Ini terusan haditsnya riwayat Shahih Bukhari: “Sampai nanti tidak ada lagi orang yang menerima sedekah semua orang cukup, semua orang kaya raya.”

Kalau sekarang mustahil, tapi di masa itu juga barangkali mustahil di masa Rasulullah Saw. Di zaman Nabiyullah Adam As. ada orang usianya hanya mencapai 63 tahun, mustahil. 1500 tahun ada, 1900 tahun mereka, barangkali mustahil ada orang usia 63 tahun sudah lanjut usia. Di masa itu Allah bukakan harta yang luas dan kemakmuran bagi Muslimin.

Guru kita al-Hafidz al-Musnid al-Habib Umar bin Hafidz menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah akan membuat orang-orang yang baik jadi kaya-raya, orang-orang yang mencintai dakwah menjadi kaya-raya. Dengan cara seperti itu orang-orang susah akan kembali kepada mereka, orang-orang non Muslim akan diberikan kemiskinan oleh Allah, hancur usahanya, rusak dari segala apa-apa yang menjadi perdagangannya.

Allah bikin keberkahan apa yang diusahakan orang-orang. Non Muslim yang baik, berhasil. Perdagangannya maju terus dibantu oleh Allah Swt. dan disaat itulah harta dan kekayaan dipegang oleh orang-orang yang baik. Orang-orang yang shaleh diberi kekayaan oleh Allah Swt. Maka tentunya di saat seperti itu orang-orang Muslimin yang susah mereka dimodali, mereka dibantu karena orang baik mereka bantu.

Kalau orang kaya tapi kikir, ia mau kaya sendiri tidak mau berbagi dengan orang lain maka Allah jadikan saat itu adalah orang yang baik yang kaya-raya. Orang yang baik yang kaya-raya membantu yang lain yang di luar Islam yang perdagangannya jatuh, ikut bisnis dengan dia, datang pada dia, ikut dengan dia jadi maju. Dan usaha orang-orang non Muslim yang hancur, mereka akan kembali kepada Islam.

Demikianlah keadaan Muslimin di masa itu dan tidak ada orang-orang yang susah. Pertama-tama kecukupan, yang kedua sudah cukup, diriwayatkan dari hadits yang tsiqah oleh Imam at-Tirmidzi ada 1 orang membawa kantung besar berisi dinar: “Kau mau menerima sedekah? Tidak ada satupun kah yang mau terima?”

Ada 1 orang mau terima: “Sini aku terima.” Setelah ia terima: “Subhanallah orang lain tidak ada yang mau terima tapi aku menerimanya, ini aku kembalikan.” Orang itu tidak mau, kemudian ia menaruh harta emas dan 1000 dinar dalam kantung yang besar meninggalkannya di jalan, dan ia pun pergi.

Demikian luasnya keadaan orang-orang saat itu, riwayat Shahih Bukhari Rasulullah Saw. bersabda: “Bersedekahlah kalian, akan datang satu masa sedekah tidak akan lagi diterima oleh semua orang karena semua orang sudah berkecukupan.”

Demikian dahsyatnya, kita bertanya tampaknya ini mustahil namun tentunya kita ingat bahwa beliau ini adalah Nabiyullah tidak berbicara dari hawa nafsunya dan hal itu akan datang, bencana itu akan datang, fitnah akan datang, yang mengaku Nabi telah datang, gempa bumi telah datang, maka ini tanda-tanda akan segera munculnya kemakmuran pada Muslimin Muslimat.”

Sya’roni As-Samfuriy, 22 September 2013

http://www.muslimedianews.com/2013/09/akan-datang-masanya-semua-orang-muslim.html
http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2013/09/akan-datang-masanya-semua-orang-muslim.htm

Minggu, 07 Juli 2013

Anak Durhaka Masuk Surga

Anak yang tidak mendengarkan kata-kata oang tuanya, tapi kok bisa masuk Surga? Kira-kira kebayang gak? Hmmm.. Ceritanya begini, suatu hari pada zaman Rasulullah SAW. Ada seorang keluarga, saat itu si suami sedang pergi keluar untuk berdagang, si suami berkata kepada istrinya untuk tidak keluar rumah sebelum suaminya kembali pulang.

Pesan ini benar-benar disimpannya baik-
baik oleh istrinya. Ia pun tidak keluar rumah sesampai suaminya kembali pulang. Namun suatu ketika, ia didatangi tamu dari salah seorang kerabatnya. Mengabari bahwa Ibunya sedang sakit keras, ia diminta untuk datang kembali kepada Ibunya.

Namun si istri menjawab, "Aku menjaga amanah dari suamiku, untuk tidak bisa keluar rumah sebelum ia kembali dari rumah ini",

Jawab si istri kepada sanak kerabatnya, "Sampaikan salam dan maaf ku kepada ibuku" sambungnya.

kerabatnya pun kembali ke kampung halamannya. Menyampaikan pesan dari anaknya itu kepada Ibunya yang sakit keras. Namun di tempat lain, si istri ini-sebut saja Fulanah. Sebenarnya ingin sekali menjenguk Ibunya yang sedang sakit keras.

Beberapa hari kemudian, sanak keluarganya yang lain kembali datang kepada Fulanah untk menyampaikan berita yang sama. Ibunya sakit keras,ia diminta untuk pulang saja kerumah. Lagi-lagi Fulanah menolaknya, ia tidak bisa menjenguk Ibunya.

Akhirnya, hingga Ibunya meninggal dunia. Fulanah didatangi kembali oleh sanak keluarganya.

"Ibumu telah meninggal dunia, maukah kamu datang untuk menjenguk jasad Ibumu untuk yang terakhir kalinya?".

Fulanah hanya menjawab, "Innalillaahi wa ina ilaih Raji'un. Sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bisa pergi dari sini!"

Sanak keluarganya sudah tida bisa berfikir lagi saat itu. Hingga ia berkata, "celakalah kamu Fulanah!!! Saat Ibumu sakit, engkau tidak datang. Saat Ibumu sekarat, kamupun juga tidak datang. Dan disaat seperti ini, Ibumu sudah meninggal dunia, tapi kamu tidak datang???!!"

Kerabatnya benar-benar marah pada saat itu. "Maafkan saya kerabatku, sesungguhnya aku ingin tiba ke pemakaman Ibu. Tapi aku tidak bisa pergi dari rumah ini!" jawab Fulanah.

Kerabatnya sudah tidak habis fikir dengan Fulanah, di jalan, hatinya benar-benar emosi nggak karuan akhirnya, si kerabat pun meninggalkan rumah Fulanah dengan kecewa.

Hingga pada suatu hal, sang kerabat yang masih tidak suka dengan sikap keluarganya ini akhirnya berniat menanyai Rasulullah SAW, "wahai Rasulullah SAW, kerabatku telah seperti ini dan seperti itu" kata kerabat ini menceritakan kejadian si Fulanah.

Namun Rasulullah SAW hanya menjawab, "Beruntung sekali sang Ibu, ia akan masuk surga bersama si Fulanah"

Si kerabat ini heran, kenapa bisa si Fulanah masuk surga? Bukannya ia sudah berlaku kurang ajar kepada Ibunya. "Kenapa ke duanya masuk surga, Ya Rasulullah?"

"Si Ibu telah berhasil mendidik anaknya dengan baik. Sedang si Fulanah berhasil menjaga amanah dari suaminya dan Ibunya", jawab Rasulullah SAW dengan tegas.

Begitulah kisah cerita pada zaman Rasulullah SAW Maaf kalo tulisan ini dibuat begini, entah udah pernah denger ato baca di mana, ini cuma buat ngingetin dan juga bahan pembelajaran bersama aja.